Jakarta, ANDONEWS.COM, (05 SEPTEMBER 2026), — Menteri Pemuda dan Olahraga Haji Raffi Ahmad menegaskan bahwa masa depan bangsa ada di tangan generasi muda. Hal itu disampaikannya saat menghadiri pelantikan pengurus organisasi kepemudaan di Jakarta, Sabtu (5/9).
Dalam sambutannya, Menpora menyoroti pentingnya persatuan sebagai fondasi bangsa. Ia mencontohkan Sumpah Pemuda 1928 yang menjadi kunci eksistensi Indonesia hingga hari ini.
“Kita hanya bisa membangun negara ini dengan baik kalau tidak ada persatuan. 1928 bicara persatuan, koding pada kita. 2028 nanti 100 tahun Sumpah Pemuda. Pondasinya apa? Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika. Dunia belajar sama Indonesia ketika negara lain berpecah belah seperti Yugoslavia,” ujarnya.
Tantangan Bonus Demografi dan Ekonomi
Menpora menekankan bahwa tahun 2030 menjadi tahun penting bagi Indonesia. Ia mengingatkan tentang jebakan middle income trap yang dialami banyak negara.
“Ketika sebuah negara lepas dari kemiskinan tapi tidak naik kelas, itu namanya middle income trap. GDP perkapita kita hari ini masih di bawah 13.000 USD. Padahal 2035 kita harus lewat dari 35 juta agar bisa tumbuh. Kalau tidak, kita akan seperti negara tetangga yang penduduknya sudah tua, GDP perkapitanya stuck di 7.000 USD,” jelasnya.
Untuk itu, Menpora mendorong pemuda fokus pada 3 hal: kesempatan kerja, mental bangsa, dan ekonomi digital.
“Kita siapkan lomba debat, tapi jangan debat politik terus. Coba debat ekonomi digital. Kita juga akan adakan lomba pidato tingkat internasional dengan 9 negara tahun depan. Supaya pemuda kita tidak tertinggal,” katanya.
Peran Pemuda: Peka dan Beri Solusi
Menpora mengajak organisasi kepemudaan untuk hadir di tengah masyarakat dengan hati yang peka. Ia menyebut ada sekitar 65 juta pemuda Indonesia usia 16-30 tahun yang akan meneruskan perjuangan bangsa.
“Jangan jadi birokrasi yang menjauh dari kalian. Hadirlah dengan solusi yang tepat dan cepat. Di era media sosial ini, jangan gunakan untuk berantem dan memecah belah. 221 juta pengguna internet, 34,4% anak muda. Gunakan untuk melawan hoax dan ujaran kebencian,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kewirausahaan digital. “18-19% tenaga kerja Indonesia ada di sektor ini. Ini kebutuhan besar. Ciptakan inovasi, jangan hanya jadi pengguna,” imbuhnya.
Menutup sambutannya, Menpora berharap hasil diskusi pemuda tahun ini bisa disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk diteruskan kepada pemimpin dan partai politik.
“Mari jadikan organisasi ini hadir bukan hanya sekadar ada, tapi punya hati. Indonesia Timur, Tengah, Barat, jalan kita masih panjang. Semoga kita bisa membuat Indonesia lebih besar,” tutupnya.
Acara ditutup dengan pelantikan pengurus dan doa bersama.
PIMPINAN PERUSAHAAN : ANDO HOINHO MANIHURUK, S.T., M.T

